Review Film: The Nun 2018

12.11
Ulasan Film: 'The Nun'

Ketakutan terbesar saya bukan berhadapan dengan Valak. Namun kala The Nun tak mampu memenuhi ekspektasi untuk membuat saya terguncang dan gelisah menjelang tidur.
Nyatanya, saya masih mampu memandang cermin di malam hari dan berjalan ke toilet di malam hari, atau bertahan sendirian di tengah kegelapan. The Nun memang tak seseram dan sekuat The Conjuring (2013) yang mampu membuat gelisah tak karuan saat keluar dari bioskop. 

Namun setidaknya James Wan, dengan ide dan ketakutannya atas setan, masih mampu membuat saya terhibur di rilisan kelima dari The Conjuring Universe ini.

James Wan kali ini tak lagi duduk di bangku sutradara. Ia dan sahabatnya di serial Annabelle, Gary Dauberman merancang kisah si hantu biarawati dari meja penulis naskah. Sedangkan kursi sutradara ia percayakan kepada Corin Hardy.
Dalam wawancara Corin bersama CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, ia menyebut bahwa Wan dan Dauberman mengambil bagian kisah The Conjuring ini menjadi sesuatu yang sedikit berbeda dibanding yang sudah ada.

Corin tidak berbohong.

Sepanjang 96 menit penayangan The Nun, film ini memang ada yang berbeda dibandingkan serial The Conjuring atau pun Annabelle, serial lepasan yang masih termasuk dalam The Conjuring Universe.
The Nun masih bernuansa gelap seperti rilisan-rilisan sebelumnya. Itu pun kalau tak ingin dibilang The Nun adalah versi tergelap dari The Conjuring Universe sejauh ini dari segi nuansa, mood, hingga level makhluk gaib yang muncul.

Ulasan Film: 'The Nun'Biarawati Irene yang diperankan oleh Taissa Farmiga. (dok. Warner Bros Pictures)

Corin, Wan, dan Dauberman tampaknya puas bermain-main dengan berbagai relik suci dan atribut Kristiani yang seolah tak bermakna menghadapi kekejian dan kejahatan dari sosok Valak yang sesungguhnya.
Bahkan doa pun tak sanggup meredam teror Valak yang lapar memangsa jiwa manusia untuk berkuasa di muka Bumi.
Namun perbedaan cukup terasa dari segi konten cerita yang disajikan. The Nun tak mengandalkan kisah kasih keluarga yang selalu jadi andalan menggugah emosi penonton dalam film horor, termasuk dalam The Conjuring 1 dan 2, Annabelle, dan Annabelle: Creation.
Berlatar pada 1952, sebelum teror Annabelle terjadi pada 1955, Pastur Burke (Demian Bichir) dikirim oleh Vatikan bersama dengan biarawati Irene (Taissa Farmiga) ke sebuah biara terpencil di Romania.


Keduanya ditugasi menyelidiki kasus bunuh diri seorang biarawati biara tersebut. Mereka dibantu oleh penduduk lokal bernama Frenchie (Jonas Bloquet). 

Namun keduanya bukan hanya menemukan kasus biarawati bunuh diri, melainkan harus menghadapi teror iblis yang datang karena kesombongan manusia di masa lalu. 

Selain tak adanya unsur 'keluarga', The Nun cukup memberikan rasa baru dalam The Conjuring Universe. Film ini lebih 'thrilling' dibandingkan dengan seri lainnya, mulai dari Valak yang ada di mana-mana dan tak dapat dihentikan, hingga elemen zombi yang terasa segar walaupun pada mulanya terasa tak biasa.
Ya, zombi tampaknya menjadi mainan baru Wan dan dibantu oleh imajinasi liar Corin Hardy yang memang menggemari makhluk tak bernyawa itu.
Film The Nun. Film The Nun. (Dok. Warner Bros Pictures via imdb.com)
Akan tetapi Wan masih menyisipkan segi humor melalui aksi Frenchie yang diperankan oleh Jonas Bloquet, untuk sedikit mengendurkan saraf akibat dikejar-kejar Valak.
Tapi jangan keburu berekspektasi tinggi. Segala ketegangan tersebut masih belum mampu membuat saya ketakutan. Mungkin lantaran teror yang muncul bukan dari hal yang sepele, seperti teror Bathseba di The Conjuring (2013) lewat tepuk tangan, atau tatapan mengganggu dari boneka Annabelle.
Valak dalam film ini sejatinya adalah iblis yang dipanggil oleh manusia dari masa lampau. Ia, secara demenologi, disebut pemimpin salah satu neraka dan kerap dipanggil untuk memberitahukan harta karun yang terpendam. 
Valak pula rupanya memiliki peran penting bagi Wan dalam menjelaskan ruang lingkup The Conjuring Universe dan keterkaitan antara satu film dengan yang lainnya. 

Meskipun, pengembangan The Conjuring Universe ini memang tergolong masih terasa 'mentah' dibandingkan semesta film lainnya yang dimiliki oleh Marvel.

Terlepas dari proses pengembangan The Conjuring Universe dan kualitasnya, tampaknya Warner Bros bisa mengandalkan Valak dan The Nun untuk mengambil untung besar mengingat bujet produksi hanya US$22 juta namun estimasi pembukaan sudah mencapai US$45 juta.

Yang jelas, The Nun memiliki peluang besar meraup untung berkat popularitas Valak di The Conjuring 2 (2016), terlepas kemudian penonton merasa puas dengan film tersebut atau pun tidak.


Sumber : https://www.cnnindonesia.com

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar